Lematang.id, Lahat – Setelah 18 tahun berhadapan dengan raksasa jalan, warga Kabupaten Lahat kini tak lagi pusing dengan angkutan batubara yang melintas di jalan umum. Khususnya di kecamatan Merapi Area yang merupakan wilayah pertambangan batubara di Kabupaten Lahat.
Jumat (13/2/2026) lalu, Gubernur Sumsel, Herman Deru bersama Bupati Lahat, Bursah Zarnubi dan Wabup Lahat, Widia Ningsih, meresmikan langsung jalan khusus batubara milik PT Levi Bersaudara Abadi, berlokasi di KM 01 PT Levi Bersaudara Abadi/KM 017, Stockpile PT Servo Lintas Raya, Kabupaten Lahat.
Saat itu, Herman Deru mengatakan, setiap daerah miliki persoalan dan cara penyelesaian yang berbeda. Menurutnya, pembangunan jalan khusus ini merupakan solusi konkret, atas persoalan lalu lintas angkutan batubara, yang selama ini berdampak pada kemacetan, kerusakan lingkungan, hingga terganggunya aktivitas masyarakat.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga faktor kemanusiaan. Hasil uji lingkungan di Merapi menunjukkan kualitas udara di Merapi Area sudah tidak layak dihirup manusia. Hari ini, alhamdulillah, dimulai menjadi udara yang lebih segar,” kata Herman Deru.
Kehadiran jalan hauling khusus batubara ini, jadi tonggak penting dalam mendukung kelancaran distribusi batubara sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pelaku usaha dan masyarakat sekitar. Jalan khusus tersebut diharapkan membuka jalan menuju terbebasnya daerah dari kemacetan, serta debu batubara yang selama ini menjadi keluhan utama warga.
“Jalan hauling ini merupakan jawaban atas harapan panjang masyarakat Lahat. Sekaligus bentuk komitmen kami untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Baik persoalan kemacetan, debu dan kerusakan jalan akibat angkutan batubara,” ujar Bupati Lahat, Sabtu (14/2/2026).
Sementara, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan jalan hauling yang telah melalui proses panjang hampir 18 tahun. Keberhasilan ini jadi bukti nyata komitmen Pemkab Lahat dalam mendorong pembangunan infrastruktur strategis, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, setelah kurang lebih 18 tahun, akhirnya jalan hauling batubara ini terlaksana. Insya Allah, keberadaan jalan ini dapat meminimalisir dampak debu dan isu lingkungan seperti kemacetan serta menjaga keawetan jalan nasional,” sampainya. (seno)




