Lematang.id, Lahat – Masih terbatasnya lapangan kerja, jadi persoalan yang belum kunjung bisa diselesaikan oleh sejumlah daerah, terutama di Kabupaten Lahat. Kondisi ini menciptakan lingkaran setan, dimana ketiadaan pendapatan menyebabkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar yang berujung pada kemiskinan.
Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih mengakui, isu terkait ketiadaan lapangan kerja, jadi salah satu penyumbang kemiskinan di Provinsi Sumsel. Hal itu seperti yang diterangkan Gubernur Sumsel, Herman Deru, saat rapat koordinasi terkait pembahasan kemiskinan di Sumsel.
“Hasil rakor bersama Gubernur Sumsel, Lahat salah satu penyumbang angka kemiskinan di Sumsel. Namun angkanya sudah mulai menurun, meski belum signifikan. Salah satu penyebabnya juga karena ketersediaan lapangan kerja,” ujar Widia Ningsih, Selasa (10/2/2026).
Widia menyebut, jika dari paparan Badan Pusat Statistik (BPS) RI, saat ini potensi lapangan pekerjaan yang paling luas ada dibidang pertanian. Karena itu kedepan, sesuai juga dengan tagline Kabupaten Lahat ‘Menata Kota Membangun Desa’, pembangunan sektor pertanian dan peternakan dari tingkat desa akan digencarkan.
“Karena itu, saya bersama Bupati Lahat, Bursah Zarnubi selama ini selalu keliling ke desa-desa, tujuannya juga untuk membangun ini. Agar setiap masyarakat terutama di desa, bisa menciptakan kemandirian fisikal, yang didapat dari beternak, bertani dan berkebun,” ucapnya.
Widia memastikan, tahun depan (2027), rencana tersebut akan berjalan. Dengan menghidupkan lagi ribuan hektar lahan pertanian. Sehingga gerakan mandiri pangan bisa tercipta dan kemandirian fisikal di masyarakat bisa terwujud.
“Saya juga sedikit heran, kok bisa sektor pertanian itu peluang pekerjaan yang paling banyak. Pengentasan pengangguran dan kemiskinan bisa terwujud dengan pertanian. Namun tentunya, itu juga akan didukung dengan infrastruktur yang layak,” sampai Widia Ningsih. (imek)




