Home BERITA Dulu Dianggap Limbah, Sekarang Brondolan Sawit Sudah Bernilai Jual

Dulu Dianggap Limbah, Sekarang Brondolan Sawit Sudah Bernilai Jual

Lematang.id, Lahat – Kabupaten Lahat kini miliki pabrik mini kelapa sawit, khusus untuk mengolah brondolan buah sawit yang selama ini sering kali dianggap sebagai limbah. Hadirnya pabrik mini kelapa sawit ini, ternyata mendapat respon baik dari Bupati-Wakil Bupati Lahat, Bursah Zarnubi-Widia Ningsih, karena dinilai mampu mendorong tumbuhnya industri lokal di Kabupaten Lahat.

Pabrik mini kelapa sawit itu ialah Pabrik Kencana Agro Besemah Abadi (KABA), berada di Desa Keban, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat. Selama ini sebagian besar Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Lahat merupakan sekala besar, yang hanya mengolah tandan buah segar.

“Saya beri apresiasi tinggi terhadap inisiatif generasi muda yang berani menciptakan peluang usaha, melalui pendirian pabrik sawit mini ini. Ini juga langkah konkret dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Brondolan yang dulu tak bernilai, kini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan,” ujar Bursah Zarnubi, Selasa (27/5/2025).

Bursah menambahkan, hadirnya Pabrik KABA menjadi bukti bahwa anak muda di Lahat mampu menciptakan inovasi berbasis potensi lokal. Apalagi saat ini kebutuhan akan CPO tengah meningkat drastis. Hal ini tentu membuka peluang bagi pabrik-pabrik kecil untuk ikut berperan dalam produksi CPO dari brondol.

“Kami bangga dan siap mendukung sepenuhnya. Semoga KABA terus berkembang, membuka lebih banyak lapangan kerja dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya,” sampainya.

Sementara, Boby Alkadris, pendiri KABA, mengungkapkan, pabrik yang dibangunnya ini fokus mengolah brondolan sawit atau buah yang sering kali dianggap limbah, menjadi Crude Palm Oil (CPO) yang berkualitas tinggi meski masih miliki kadar asam tinggi.

“Brondol yang selama ini dibuang, sekarang bisa kami beli seharga Rp 3.000 per kilogram. Ini dua kali lipat dari harga pasar sebelumnya. Kami sudah memiliki 25 karyawan dan mampu memproses hingga 20 ton brondol per hari. Ini bukti bahwa limbah pun bisa bernilai,” ungkapnya.

Boby berharap, akan dukungan pemerintah daerah untuk mengembangkan industri pengolahan brondolan sawit di Lahat. Ia menyebut, jika jumlah pabrik mini seperti KABA terus bertambah dan mampu menghasilkan 5 hingga 10 unit CPO, maka Lahat bisa memiliki pabrik minyak sendiri.

“Kami siap berkolaborasi dan mendukung penuh program-program pemerintah daerah. Ini bukan hanya tentang bisnis, tapi juga tentang membangun ekonomi rakyat dari bawah,” tambahnya. (cocom)

Previous articleBursah Geram, 30 Tahun Kepala Dinas Perikanan Lahat Tak Becus Bekerja, Ini Alasannya
Next articleTahun 2025 Ini, Pemkab Lahat Tak Buka Rekrutmen CASN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here