Lematang.id, Lahat – Menteri Tenaga Kerja, Prof Yassierli Ph D, Senin (9/2/2026) berkunjung ke Kabupaten Lahat. Dalam kunjungannya itu, Prof Yassierli meninjau langsung Balai Latihan Kerja (BLK) Lahat dan memberikan sekilas kuliah umum kepada mahasiswa, pelajar juga pencari kerja di Kabupaten Lahat.
Prof Yassierli menerangkan, persoalan ketenaga kerja tidak akan selesai oleh seorang Menteri saja, namun diperlukan dukungan banyak pihak. Ia menyebut, saat ini pekerjaan informal masih dominan, sedangkan kesempatan kerjanya masih minim. Lalu kualitas SDM masih terbatas, karena 59 persen pekerja harus belajar skill baru agar tetap relevan. Terlebih lagi, tahun 2030 nanti diprediksi 92 juta pekerjaan akan hilang, namun 170 juta pekerjaan baru akan tercipta.
“Pekerjaan administratif akan berkurang karena perkembangan teknologi, namun peluang baru akan muncul terutama di bidang teknologi dan kreatif. Dunia ini benar dunia baru, dunia yang dipengaruhi oleh teknologi AI. Karena itu, kepada generasi muda di Lahat, pelajari dan pahami AI, agar mampu menghadapi tantangan dimasa mendatang,” Prof Yassierli, Senin (9/2/2026).
Sementara, Bupati Lahat, Bursah Zarnubi mengatakan, Kabupaten Lahat sebagai kabupaten tertua kedua di Sumsel, dimana banyak potensi ekonomi yang belum bisa maksimal mengelola. Hal tersebut menurutnya, tak lepas dari minimnya SDM yang ada di Indonesia. Bahkan dari kemampuan penguasaan AI, SDM di Vietnam sudah melejit jauh meninggalkan Indonesia.
“Harapan kita, kehadiran Mentri Tenaga Kerja di Lahat bisa berikan inspirasi untuk masa depan. Juga untuk mengeksplorasi SDM kita, karena SDM investasi paling besar bagai bangsa. Jika generasi muda kita sudah mampu menguasai digital teknologi, dipastikan akan ikut membantu Lahat untuk menciptakan lapangan kerja,” kata Bursah Zarnubi. (imek)




