Home BERITA Lewat Irigasi Tebat Tengah Talang Teluk, Bursah Inginkan Sektor Pertanian dan Perkebunan...

Lewat Irigasi Tebat Tengah Talang Teluk, Bursah Inginkan Sektor Pertanian dan Perkebunan Meningkat

Oplus_131072

Lematang.id, Lahat – Bupati Lahat, Bursah Zarnubi bersama Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), meninjau langsung lokasi Tebat Tengah Talang Teluk, terletak di Desa Ulak Bandung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, yang sangat berpotensi mampu memgaliri areal persawahan, irigasi, tebat budidaya ikan tawar serta perkebunan lainnya.

Bupati Lahat, H Bursah Zarnubi SE menerangkan, areal persawahan seluas 50 hektar (Ha) berada diseputaran Tebat Tengah Talang Teluk, Desa Ulak Bandung, Kecamatan Pajar Bulan akan segera dialiri dengan menghabiskan anggaran lebih kurang Rp 140 miliar.

Dengan dana diatas Rp 100 M tentu saja mampu mengaliri persawahan hingga 100 Ha, apalagi sumber air tidak begitu jauh sehingga tidak perlu cost (biaya) mahal membangun saluran sekundernya,” jelas dia, Kamis 24 April 2025.

Selain itu, sambung dirinya, dikarenakan kawasan ini sangat cocok budidaya perikanan, pastinya dapat dilaksanakan termasuk juga peternakan ayam penghasil telur.

“Akan datang ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat memperbanyak sumber daya perikanan serta ternak sapi,” ungkapnya.

Paling penting adalah, sumber daya manusia (SDM) harus diperhatikan didalam pengelolaan sekaligus tantangan ketika irigasi persawahan maupun perikanan.

“Semuanya ini harus kita pelajari terlebih dahulu dengan mendatangi penyuluh, agar budidaya ikan air tawar, pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” sebut H Bursah Zarnubi.

Nah, belum lagi sektor perkebunan yang mana ketika masuk ke sini banyak sekali kopi, apabila dewasa ini mampu memproduksi 1 kilogram (Kg), maka kedepan dapat menghasilkan 5 Kg, 10 Kg dalam satu barangnya.

“Akan kita koordinasikan untuk mencari bibit unggulnya, sehingga tidak.perlu lagi menggunakan pohon pembayang,” imbau dirinya.

Dia berharap, coba dilihat kopi-kopi yang ada di Negara Vietnam dan Brasil sama sekali mereka, tidak menggunakan pohon pembayang ketika bercocok tanam.

“Tapi dengan catatan pencairan irigasi mesti baik, sehingga kebutuhan tanaman akan air tercukupi supaya petani menjadi kaya raya,” pungkasnya. (cocom)

Previous articleUPT PKM Jarai Faskes Disebut Bursah Terbaik di Lahat
Next articleKabupaten Lahat Bakal Miliki Dewan Pengupah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here