Lematang.id, Lahat – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel mencatat, pada Maret 2024 Kabupaten Lahat merupakan daerah dengan kemiskinan extrim tertinggi di Provinsi Sumsel. Terdapat 60 ribuan penduduk masuk kategori miskin, dan 1,09 diantaranya tergolong miskin ektrim.
Munculnya informasi tersebut, jelas buat banyak masyarakat jadi bertanya-tanya. Apakah benar, wilayah yang kaya akan tambang batubara, perkebunan sawit dan kopi ini, merupakan penyumbang tertinggi angka kemiskinan extrim di Provinsi Sumsel.
Pj Bupati Lahat, Imam Pasli SSTP MSi, tak membantah ketika dikonfirmasi terkait isu tersebut. Namun ia menyebut, data tersebut merupakan hasil survey BPS Provinsi Sumsel pada tahun 2024 lalu. Sedangkan untuk survey tahun 2025 ini, belum dilakukan.
“Memang benar, tapi itu data tahun 2024 lalu. Bulan September 2024 lalu ada survey kemiskinan extrim, tapi untuk provinsi, untuk kabupaten/kota survey dilakukan tiap bulan Februari, hasilnya di bulan Maret,” ujar Imam Pasli, via seluler, Kamis (6/2/2025).
Imam Pasli membeberkan, berdasarkan survey tahun 2024 itu, sejak dilantik menjadi Penjabat Bupati Lahat, ia telah berupaya lakukan sejumlah strategi, untuk menjalankan skema percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lahat. Diantaranya, dengan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui dana-dana yang ada di OPD, mengurangi beban masyarakat melalui program bantuan, terakhir meminimalkan wilayah kantong kemiskinan melalui peningkatkan akses layanan dasar.
“Untuk meningkatan pendapatan masyarakat, dengan cara pemberdayaan masyarakat desa dan UMKM. Saat APBD Perubahan, Pemkab Lahat sudah menganggarkan bansos sebesar Rp 500.000 untuk 12 ribu jiwa. Sedangkan untuk meminimalkan wilayah kantong kemiskinan, Pemkab Lahat sudah merehab sejumlah Kantor Camat, puskesmas, jalan dan puluhan rumah tidak layak huni,” bebernya.
Imam Pasli menyadari, upaya yang telah ia lakukan sebagai Pj Bupati Lahat, mungkin belum maksimal, karena terkendala waktu yang singkat. Namun dari tiga strategi yang sudah dilakukannya itu, dirinya optimis hasil survey di bulan Maret 2025 nanti, angka kemiskinan extrim di Lahat pasti berkurang dibanding tahun 2024 lalu.
“Survey BPS di bulan Februari ini, hasilnya bulan Maret nanti. Semoga semua upaya yang sudah kita lakukan diwaktu yang singkat ini, bisa menurunkan kemiskinan extrim di Kabupaten Lahat,” sampainya. (cocom)




