Lematang.id, Lahat – Hingga 20 Februari 2025 menjadi hari hari terakhir bagi Imam Pasli, SSTP. MSi menjalankan amanah sebagai PJ Bupati Lahat. Posisinya akan digantikan Bursah Zarnubi-Widia Ningsih, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lahat terpilih, pada Pilkada Lahat yang lalu. Kendati hanya tujuh bulan menjabat sebagai Pj Bupati Lahat, Imam Pasli berupaya memberikan peran maksimal bagi kemajuan pembangunan di Lahat salah satunya upaya menekan kemiskinan ekstrem di Lahat.
Sebelum menjadi Pj Bupati Lahat, Imam Pasli ternyata mempunyai perjalanan karir yang cukup mentereng. Tak hanya itu, lelaki kelahiran 7 Juni 1976 ini memulai karier dari bawah hingga akhirnya bertugas di Kementrian Koordinator Bidang Pemberdayaan masyarakat. Setelah lulus dari sekolah tinggi pemerintahan dalam negeri (STPDN), Imam Pasli mulai bertugas sebagai staf di Bagian Tata pemerintahan (Tapem) Pemkab Lahat, sejak tahun 1999.
Tiga tahun berdinas di Tapem, suami dari dr Indah Sari Hikmaini. Sp. D. V. E pindah tugas menjadi Sekretaris Kecamatan Pembantu Pajar Bulan. Di tahun 2021, saat kota Pagar Alam menjadi Kota Otonom dari Kabupaten Lahat, Imam Pasli mendapat penawaran pindah ke Kota Pagar Alam.
“Awalnya sempat nolak karena waktu itu Pemkab Lahat hendak kembali memberikan kesempatan untuk saya melanjutkan study. Namun karena beberapa pertimbangan dan Pemkot Pagar Alam juga bakal memfasilitasi bagi saya untuk sekolah. saya akhirnya pindah dari Pemkab Lahat ke Pemkot Pagar Alam, ” Terang Imam Pasli.
Di Pemkot Pagar Alam, alumni SMPN 5 Lahat, ia mengawali tugas dengan menjabat sebagai Kasi Kelurahan Beringin Jaya. Kemudian melanjutkan study, di 2004 Kasubid Diklat. Setelah itu, di tahun 2006-2008 menjadi Camat Dempo Selatan, 2010-2013 Kabag Humas dan Protokol Pemkot Kota Pagar Alam dan di Tahun 2013-2014 menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan di Pemkot Pagar Alam dan terakhir di Pemkot Pagar Alam sebagai Kepala Badan Kepegawaian tepatnya di tahun 2014-2016.
“Nah ditahun 2016 itu juga saya kembali pindah tugas ke Jakarta dan beridnas sebagai Asisten Deputi Kependudukan dan KB. Kemudian di 2021-2024 sebagai sekretaris deputi bidang koordinasi kesehatan dan pembangunan kependudukan kementrian koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. Saat ini sebagai Kepala Biro keuangan SDM dan Umum Kementrian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, “ujarnya.
Tujuh bulan menjabat sebagai Pj Bupati Lahat, dikatakan ayah dari Muhmad Hazil Mahdi, Danela Naifa Salsabila dan Jovita Raisa Fatimah ini banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat. Diungkapkanya bertugas di Kementrian itu membuat kebijakan sementara di Pemerintah Daerah menjalankan kebijakan pusat. Pengelaman pengalaman inilah yang nanti bisa disinkronkan kedepanya saat kembali bertugas di Kementrian.
“Ya saya sangat bersyukur bisa kembali ke tanah asal kelahiran orang tua yakni Lahat dan mengabdi bagi masyarakat. Dan alhamdulillah karena saya mengawali karir dari Pemkab Lahat juga sudah banyak yang kenal sehingga mudah melakukan penyesuaian, ” Ungkapnya.
Diceritakan Imam Pasli, sejak ia mulai berdinas ia tidak pernah terpikir bisa menjabat sebagai Pj Bupati Lahat. Baginya sebagai aparatur negara bagaimana ia menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawan.
“Pernah ada keinginan jadi Kepala daerah. Waktu ayah saya pernah bilang kalau mau kepala daerah sekolahnya di Akmil karena dahulu Kepala daerah itu masih dari TNI. Tapi berapa kali tes Akmil saya tak lulus hingga akhirnya masuk ke STPDN. Ya bersyukur apa yang sudah diharapkan orang tua menjadi kepala pemerintahan sudah tercapai, ” Sampainya.
Imam Pasli pun, tak mau berspekulasi apakah kedepan akan kembali ke Lahat atau tidak. Katanya untuk kedepanya terlebih setelah purna tugas sebagai ASN tidak tahu perjalanan karirinya. “Seperti saat ini saya tidak menyangka akan kembali bertugas di Lahat. Takdir Allah saya kembali. Begitu juga kedepan, ” Sampainya.
Diucapkan Imam Pasli, selama tujuh bulan menjabat diakuinya belum bisa berbuat banyak untuk warga di Kabupaten Lahat. Dirinya menghaturkan permohonanan maaf jika selama menjabat terdapat kesalahan dan hal hal yang kurang berkenan.
“Insyallah tanggal 20 Februari Bupati Terpilih di lantik dan saya akan kembali bertugas di Kementrian. Permohonan maaf saya sampaikan untuk semua lapisan masyarakat di Kabupaten Lahat jika selama menjabat terdapat keselahan, ” Ucapnya. (cocom)




