Home BERITA Sinyal Kuat dari Lahat: Andriansyah Digadang Jadi Nahkoda Baru PKB

Sinyal Kuat dari Lahat: Andriansyah Digadang Jadi Nahkoda Baru PKB

Oplus_0

Lematang.id, Lahat – Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lahat beberapa hari lalu menghasilkan sejumlah nama bakal calon ketua. Dari lima nama yang diusulkan ke DPP, satu sosok yang disebutkan paling kuat dan masuk dalam bursa kandidat dengan elektabilitas internal tertinggi: Andriansyah.

Wakil Ketua I DPRD Lahat itu dinilai sebagai salah satu kader potensial yang siap berkontribusi penuh demi kemajuan partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang tersebut. Bukan sekedar potensial, Andriansyah sudah terbukti. Dua periode berturut-turut dipercaya rakyat di parlemen, kursi unsur pimpinan DPRD berhasil ia kunci untuk PKB — prestasi yang belum memecahkan kader lain dalam 10 tahun terakhir.

Dukungan terhadap Andriansyah pun mengalir deras dari sejumlah Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB di Kabupaten Lahat. Dukungan tersebut tidak muncul tanpa alasan. Gelombang dukungan ini murni gerakan dari bawah, dari pihak mesin yang paling paham medan tempur.

Selain dikenal sebagai kader berpengalaman, Andriansyah telah dua periode menjabat sebagai anggota DPRD Lahat dan aktif menyuarakan aspirasi masyarakat melalui Fraksi PKB. Di dapilnya, suara PKB naik 38% pada Pileg 2024. Ia menyumbangkan 1 dari 3 kursi PKB di DPRD Lahat. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan organisasi ke depan, sekaligus bukti Andriansyah bukan politisi karbitan.

Di sisi lain, sosok Andriansyah dikenal memiliki karakter kepemimpinan yang tenang, teduh, dan terukur. Saat ini ia juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Lahat. Di eranya, administrasi DPC paling tertib se-Sumsel versi DPW PKB Sumsel. SK DPAC 100% tuntas tanpa konflik, konsolidasi struktur berjalan rapi hingga mengomel.

Sikap tersebut mencerminkan kapasitasnya sebagai calon pemimpin masa depan yang mampu menjaga stabilitas dan arah perjuangan partai. PKB Lahat membutuhkan nahkoda yang tidak menciptakan matahari kembar, melainkan memastikan satu komando tegak lurus ke DPP. Dan itu ada pada Andriansyah.

Dalam keterangannya, Andriansyah menegaskan komitmennya untuk tetap mengikuti keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB sebagai otoritas tertinggi partai.

“Untuk saat ini, saya tetap menaati keputusan DPP PKB. Apa pun yang menjadi garis kebijakan, itu yang kami jalankan,” ujarnya, Senin (20/4/2026). “Kita di PKB ini satu barisan, satu komando di bawah Gus Muhaimin.Tidak ada tawar-menawar soal khidmat ke partai.”tegas nya.

Ia juga pentingnya menjaga kondusivitas internal partai di tengah dinamika politik yang berkembang.

Menurutnya, PKB Lahat tidak hanya menjadi wadah politik, tetapi juga ruang kebersamaan yang dibangun atas nilai kekeluargaan. Nilai yang ia rawat lewat kedekatan dengan pesantren, kiai, NU, Ansor, dan Muslimat — basis kultural PKB yang tak tergantikan.

“Kondusivitas partai harus menjadi prioritas. Kita juga menjunjung tinggi etika politik. Di PKB Lahat ini, nilai kekeluargaan sangat kuat dan harus terus dijaga,” katanya. “Kita bertengkar, bertengkar bukan sesama kader.”tambahnya.

Terkait lima nama calon ketua yang diusulkan ke DPP PKB, Andriansyah meyakini bahwa DPP memiliki pertimbangan dan kriteria tersendiri dalam menentukan figur terbaik untuk memimpin DPC PKB Lahat.

Menurut dia, seluruh kandidat yang diusulkan memiliki kapasitas yang mumpuni. Namun, penilaian akhir tetap berada di tangan DPP dengan mempertimbangkan rekam jejak, kinerja, serta kontribusi terhadap partai.

“Semua kandidat punya peluang yang sama. Namun pada akhirnya, DPP tentu punya parameter yang jelas, baik dari sisi kinerja maupun prestasi dalam membangun partai,” ujarnya.

Di tengah dinamika Muscab yang masih terasa, sikap Andriansyah mencerminkan pendekatan politik yang sejuk dan berimbang. Ia menunjukkan bahwa proses politik tidak selalu identik dengan ketegangan, melainkan dapat dijalankan dengan menjunjung etika, menjaga marwah partai, serta merawat keharmonisan internal. Politik santun tanpa kehilangan ketegasan.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menilai sosok pemimpin yang diharapkan mampu membawa PKB Lahat ke arah yang lebih baik di masa mendatang. Dengan Andriansyah di kursi ketua, target menaikkan kursi DPRD dari 3 jadi 5 tahun 2029 dan menjadi penentu di Pilkada bukan sekadar wacana — tapi rencana kerja yang realistis.

Sinyal dari Lahat sudah jelas: struktur kokoh, kiai merestui, rakyat menghendaki. Kini bola ada di DPP. Jika DPP mencari ketua yang setia, berpengalaman, diterima semua kalangan, dan punya mesin tempur yang sudah panas, maka nama itu hanya satu: *Andriansyah. (seno)

Previous articleSembako Rp200 Ribu Ditebus Rp30 Ribu, Kehadiran Widia Ningsih Disambut Antusias Warga
Next articleBupati vs Pansus I DPRD Adu Pandangan, Waktu Pengerjaan Infrastruktur Disorot

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here