Lematang.id, Pulau Pinang – Sesosok pria tua sudah tak bernyawa, ditemukan tergantung dengan seutas tali diikat ke sebuah pohon di Jalan Lintas Lahat-Pagar Alam. Tepatnya di Tebing Cukoh, Desa Jati, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat. Temuan tersebut sontak buat Warga Desa Jati dan desa tetangga jadi geger.
Kabar tersebut rupanya cepat menyebar ke warga di desa lain. Tenyata kakek berusia 71 tahun itu ialah Romli, Warga Desa Muara Siban, kecamatan yang sama. Sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, kakek kelahiran Kota Pagar Alam tahun 1954 ini, meninggalkan sebuah kertas berisikan pesan terakhirnya.
Mayat Romli pertama kali ditemukan oleh Firwansyah (45) dan Kevin (27) warga Kecamatan Kota Agung, Lahat, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, keduanya tengah melakukan perbaikan sambungan kabel listrik yang berada di lokasi penemuan mayat Romli.
Keduanya yang terkejut saat melihat ada sesosok manusia yang tergantung dengan seutas tali pada dahan pohon, dengan dengkul menyentuh tanah, kemudian langsung melaporkan temuannya itu kepada warga sekitar, Kepala Desa Jati dan pihak kepolisian.
“Jenazahnya sudah di dibawa ke rumah sakit oleh pihak kepolisian untuk dilakukan visum. Kabarnya sudah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan,” terang Kepala Desa Jati, Hadi, Jumat (27/6/2025).
Usai menerima laporan, pihak kepolisian langsung menuju ke lokasi yang dilaporkan. Saat mayat diperiksa, terdapat secarih kertas dengan bertulis sebuah pesan permintaan maaf dari Romli. Romli yang saat ditemukan mengenakan baju batik dan celana bercoran hijau tersebut, menuliskan pesan permintaan maaf kepada penguna jalan yang melintas di lokasi tempat ia bunuh diri.
“maaf penghuni jalan saya numpang bunuh diri karena sudah lelah hidup,” tulisan sebuah kertas yang ditemukan diduga pesan terakhir Romli. (cocom)




