Lematang.id, Lahat – Debat publik kedua sekaligus debat terakhir calon Bupati-Wakil Lahat peserta Pemilu 2024, digelar KPU Lahat di Hotel Santika Lahat, Rabu (20/11/2024) sekitar pukul 20.00 WIB.
Seperti debat pertama, ketiga paslon peserta Pilkada Lahat saling adu ketangkasan dalam menjawab pertanyaan. Baik yang ditanya berdasarkan pertanyaan pilihan, maupun pertanyaan dari paslon lainnya.
Dalam debat tersebut, Paslon nomor urut 1, Yulius Maulana-Budiarto masih bertanya seputar kemiskinan dan jalan khusu batubara yang bisa dibuat dalam 10 hari kerja.
Paslon nomor urut 2, Bursah Zarnubi-Widya, juga bertanya seputar garis kemiskinan dan membantah sulap dari Paslon nomor urut 1 terkait mampu membuat jalan khusus batubara dalam 10 hari kerja. Karena Paslon nomor urut 2 mengaku, sudah bergerak lakukan upaya penyelesaian terkait kendala dari pembangunan jalan khusu angkutan batubara.
Sedangkan Paslon nomor urut 3, Lidyawati-Haryanto, bertanya kepada paslon nomor urut 1, terkait strategi peningkatan PAD, dan membantah jawaban Paslon 1 yang hanya fokus ke pariwisata. Dengan jawaban akan mewajibkan perusahaan membuat NPWP domisili di Lahat, agar pajaknya jadi PAD bagi Lahat.
Namun ada yang menarik dalam debat publik kedua ini, ketika saat sesi terakhir debat, yakni sesi penutup. Jika Paslon nomor urut 1 dan 2 kembali menyakinkan masyrakat dengan menyampaikan ulang visi-misinya. Paslon nomor urut 3, mala meminta agar TNI dan Polri bisa mengawal potensi ketidaknetralan penyelenggara pemilu, sehingga Pilkada Lahat berjalan aman dan lancar.
Lidyawati mengatakan, selama turun ke ke masyarakat, lebih 95 persen kelurahan/desa sudah dikunjungi paslon Lidyawati-Haryanto, lakukan kampanye dialogis. Banyak yang jadi aspirasi, mulai dari penyelesaian infrastruktur, pembangunan sekolah, pembangunan panti jompo bagi lansia, persoalan listrik sering padam, debu dan lainnya. Semuanya itu sudah pihaknya rangkum dan jadi catatan.
“Catatan itu akan kami jadikan program prioritas, jika kami terpilih nanti. Itu bukan sekedar janji, tapi akan kami buktikan,” ujar Lidyawati didampingi Haryanto.
Lidyawati menambahkan, menyikapi suhu politik di Lahat saat ini, 50-60 persen berasal dari ketidaknetralan pihak penyelenggara. Pihaknya meminta, TNI dan Polri bisa mengawal semuanya, sehingga potensi kecurangan dan potensi ancaman maupun kekerasan tidak terjadi.
“Tidak ada lagi tempat kami untuk bersandar, kecuali TNI dan Polri. Mari bersama kita kawan Pilkada Lahat. Kepada masyarakat, kami ucapkan terima kasih, telah menerima kami selama ke desa, dan terima kasih kepada seluruh tim yang telah ikut berjuang selama ini,” sampai Lidyawati.
Debat publik kedua berakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Sejak sebelum debat hingga berakhirnya debat, ratusan personil dari Polri, TNI, Pol PP dan Dishub, lakukan pengaman berlapis, menghindari potensi konflik.
Ketua KPU Lahat, Sarjani mengatakan, pihaknya bersyukur, debat publik yang digelar dua kali, semuanya berjalan aman dan terbit. Hal itu tidak Alin berkat kerjasama semua pihak, mulai dari masing-masingnya Paslon, Polri dan TNI. Pihaknya berharap, Pilkada Lahat berjalan baik dan damai, masyarakat sepenuhnya menggunakan hak pilihnya pada Rabu (27/11/2024) mendatang.
“Gunakan hak pilih anda dengan baik. Karena suara anda mempengaruhi masa depan Kabupaten Lahat lima tahun kedepan,” kata Sarjani. (ziz)




