Home BERITA Sejumlah Sungai di Lahat Tercemar E-Coli, Ternyata Masih Ada yang BAB di...

Sejumlah Sungai di Lahat Tercemar E-Coli, Ternyata Masih Ada yang BAB di Sungai

Lematang.id, Lahat – Berkurangnya aktivitas warga di di sungai, seperti mencuci pakaian, mandi dan Buang Air Besar (BAB) saat musim penghujan ini, nampaknya mampu sedikit mengurangi angka pencemaran di sungai. Namun ternyata, sejumlah sungai di Kabupaten Lahat masih tercatat memiliki kandungan bakteri E- Coli di atas ambang batas.

Untuk diketahui, bakteri E-coli merupakan bakteri yang berasal dari feses (kotoran). Tentunya, bakteri E-Coli ini berbahaya jika sampai terinfeksi ke manusia. Mulai dari yang paling ringan seperti terserang penyakit diare, hingga terparah bisa terserang infeksi saluran kemih dan infeksi selaput otak.

Dari hasil pemantauan kualitas air permukaan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat, di musim penghujan Februari Tahun 2024 ini, tercatat ada empat sungai yang perubahan kualitasnya paling terdampak, masuk kategori tercemar sedang. Yakni Sungai Lawai, Sungai Kungkilan, Sungai Lematang Bendungan dan Sungai Puntang.

“Persoalan kualitas air permukaan ini, memang jadi perhatian serius kita. Seharusnya di musim penghujan, kandungan bakteri E-Coli di sungai berada di bawah ambang batas, mengingat aktivitas warga di sungai dipastikan berkurang,” terang Kepala DLH Lahat, Agus Salman, melalui Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rosivel T Herwin, Jumat (29/3/2024).

Dari uji laboratorium hasil pemantauan di sejumlah sungai, standar pencemaran bakteri E-coli berada di parameter 1.000 Fecal coliform (FC), sedangkan untuk Sungai Lematang hilir Desa Muara Lawai diangka 1.600 FC, Sungai Kungkilan Desa Muara Maung 1.600 FC, dan Sungai Puntang 1.600 FC.

“Untuk memastikan penyebabnya, kita lakukan mapping dahulu. Bisa jadi bakteri E-Coli yang berada di sungai itu bukan berasal dari feses manusia,” ujar Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan, Khairul Hakim.

Khairul menyebut, ia belum bisa menyebut apa penyebab Bakteri E-Coli cukup tinggi di sejumlah sungai tersebut. Mengingat kandungan bakteri E-Coli bisa disebabkan oleh beragam faktor. Mulai dari kebiasaan masyarakat yang suka buang air besar di sungai, limbah rumah tangga, limbah pertanian dan peternakan.

“Banyak faktornya, bisa jadi karena ada kebocoran dari jamban hingga terbawa arus sungai. Dari hasil pemantauan ini, kita bisa mencari penyebab dan mencari langkah kedepan agar pencemaran air sungai bisa berkurang,” jelasnya. (Seno)

Previous articlePj Bupati Lahat Usulkan 6.561 Kuota Rekrutmen ASN 2024
Next articleDukung Rencana PJ Bupati Merevitalisasi Pasar Lematang, Nopran : Jalin Komunikasi Persuasif ke Pedagang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here