
Lematang.id, Lahat – Mahalnya harga beras di musim kemarau saat ini, buat warga Lahat jadi garut kepala. Saat ini, untuk beras medium sudah seharga Rp 13 ribu- Rp 15 ribu per kilogramnya. Mahalnya harga beras saat ini, hingga berpotensi timbulnya kesulitan pangan, beruntung cepat ditanggapi pemerintah. Dengan cara menyalurkan bantuan pangan cadangan beras, ke tiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Di Kabupaten Lahat, ada 360 ton cadangan beras, sudah disalurkan ke tiap KPM melalui Perum Bulog Subdiv Lahat, yang sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Lahat. Penyalurannya sudah dimulai sejak Senin (11/9/2023) lalu, disalurkan ke 24 kecamatan di Kabupaten Lahat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lahat, Ibni Noris mengatakan, penyaluran bantuan beras ini, wujud keperdulian pemerintah dalam mengantisipasi kesulitan pangan di masyarakat. Bantuan beras ini merupakan, program yang sebelumnya disalurkan melalui Kantor Pos. Saat ini penyaluran sudah selesai di 24 kecamatan.
“Harga beras saat ini sangat mahal, program ini jelas membantu masyarakat. Pemerintah daerah dalam waktu dekat, juga akan menyalurkan bantuan beras ke masyarakat, untuk mengantisipasi adanya kesulitan pangan,” kata Noris, beberapa waktu lalu.
Namun, sejumlah kendala rupanya muncul di tengah penyaluran. Seperti kejadian di Kecamatan Tanjung Tebat, Lahat, ada satu KPM dengan satu nama, ternyata diakui oleh dua warga. Kedua warga tersebut bahkan mampu menunjukkan bukti KTP dan Kartu Keluarga yang berbeda, meski dengan nama yang sama.
“Terkait data KPM, itu berdasarkan data yang ada di Kemensos. Kita (Dinas Ketahan Pangan), merupakan mitra Bulog Lahat dalam hal penyaluran,” terang, Kabid Ketahanan Pangan, Al Fatah, Sabtu (23/9/2023).
Al Fatah menyebut, jika ada persoalan kesalahan data, itu ranahnya Dinas Sosial Lahat, selaku pihak yang menyiapkan dan mengelola data. Pihaknya hanya bekerja sesuai tupoksi, menjadi mitra Bulog Lahat dalam penyaluran beras bantuan tersebut.
“Kalau sebelumnya, bantuan beras ini disalurkan melalui kantor pos, saat ini tidak lagi. Sebenarnya ini memang jadi tupoksi kita (Dinas Ketahanan Pangan), Dinsos Lahat perannya menyiapkan data KPM,” ujarnya. (Heru)



