Home BERITA Lawan Ancaman El Nino, Pemkab Lahat Mulai ‘Perang’ di Sawah Tadah Hujan

Lawan Ancaman El Nino, Pemkab Lahat Mulai ‘Perang’ di Sawah Tadah Hujan

Lematang.id, Lahat — Ancaman El Nino yang diprediksi berdampak pada sektor pertanian, mulai diantisipasi serius oleh Pemkab Lahat. Tak ingin produksi pangan anjlok akibat kekeringan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, langsung bergerak lakukan gerakan tanam padi di lahan tadah hujan seluas 15 hektar di Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur.

Kegiatan yang dipimpin Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Indahermansyah mengatakan, ini jadi langkah awal menghadapi ancaman kekeringan, yang diperkirakan menghantam sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Lahat.

“Ada 375 kilogram bibit varietas Ciherang sudah ditebar untuk satu kelompok tani di lahan seluas 15 hektar itu. Dengan target produksi mencapai 78 ton, dalam masa tanam sekitar 120 hari,” kata Indahermansyah, Kamis (21/5/2026).

Namun Indahermansyah menyebut, bukan hanya itu yang jadi tantangan. Di tengah mahalnya harga pupuk dan ancaman sawah kering, pemerintah terpaksa mulai ‘memaksa’ perubahan pola tanam petani, dengan penggunaan pupuk cair serta bibit padi hibrida yang disebut lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.

“Jadi kita harus mulai membiasakan petani menggunakan pupuk dan bibit yang punya toleransi tinggi terhadap kekeringan. Kalau tidak mulai sekarang, kedepan petani bisa kesulitan,” ungkapnya.

Sementara, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Alfatah Dwi Putra menjelaskan, dalam kegiatan penanaman benih padi tersebut, bantuan pupuk cair juga diserahkan kepada Kelompok Tani Mawar dan Mandiri.

“Pupuk yang diberikan tersebut, sudah disesuaikan dengan karakter bibit padi hibrida yang akan digunakan di lahan seluas 15 hektar itu,” jelasnya.

Alfatah mengingatkan, kondisi El Nino bisa jadi ancaman serius bagi petani sawah tadah hujan di Lahat. Jika gagal diantisipasi, produksi padi dikhawatirkan merosot tajam. Karena itu, gerakan tanam ini dinilai sebagai ‘taruhan’ pemerintah, dalam menjaga ketahanan pangan daerah di tengah cuaca ekstrem yang mulai mengintai.

“Jadi langkah ini bukan sekadar program seremonial. Kita menargetkan, kedepan setiap kecamatan memiliki minimal 5 hektar lahan khusus, untuk pengembangan padi tahan kekeringan. Dengan begitu, stok padi lahan tadah hujan di Lahat, tetap aman meski dalam kondisi ancaman kekeringan,” ujarnya. (seno)

Previous articleMomen Peringatan HUT ke-157 Kabupaten Lahat, Ketua DPRD Lahat Soroti Pentingnya SDM Unggul
Next articleKain Perelung Terancam Punah, Febrita Herman Deru dan Widia Ningsih Turun Tangan Selamatkan Warisan Lahat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here