Lematang.id, Lahat – Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih SH MH meminta seluruh kepala desa (kades), menyampaikan usulan prioritas pembangunan yang belum terealisasi pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam).
Hal itu dikarenakan, masih banyak usulan pembangunan yang belum tertangani secara optimal. Seperti, jembatan tanpa penyekat pengaman di Kecamatan Mulak Sebingkai yang membahayakan pengguna jalan.
“Alhamdulillah, hasil dari peninjauan, usulan prioritas yang diusulkan di tahun sebelumnya, sudah dimasukkan dalam anggaran tahun 2026. Pemkab Lahat memastikan, persoalan yang mendesak akan segera ditangani,” ujar Widia Ningsih, Rabu (25/2/2026).
Selain infrastruktur, saat Musrenbangcam di Dapil IV, yang dipusatkan di Kecamatan Mulak Sebingkai beberapa waktu lalu, Widia juga menyoroti angka kemiskinan di Kabupaten Lahat. Berdasarkan data tahun 2024, angka kemiskinan mencapai 14,14 persen atau sekitar 60 ribu jiwa. Pada 2025, angka tersebut turun menjadi sekitar 13,6 persen atau sekitar 58 ribu jiwa.
“Penurunan ini patut disyukuri, namun belum signifikan. Kabupaten Lahat saat ini masih menempati peringkat kedua termiskin di Provinsi Sumsel. Kita menargetkan angka kemiskinan turun menjadi satu digit. Dengan merapikan dan memvalidasi data kemiskinan, agar program yang dijalankan tepat sasaran,” sampainya.
Widia menyebut, misi penurunan angka kemiskinan tersebut, sudah sejalan dengan tema pembangunan Kabupaten Lahat Tahun 2027. Yakni, adalah percepatan penurunan kemiskinan. Pemkab Lahat menetapkan tiga fokus utama, yakni penguatan ekonomi inklusif berbasis potensi lokal, peningkatan layanan dasar berkualitas, serta pembangunan infrastruktur tangguh.
“Strateginya antara lain hilirisasi investasi, pengembangan pariwisata, serta peningkatan kemandirian fiskal daerah guna memperkuat daya saing ekonomi lokal secara inklusif,” ucap Widia Ningsih. (seno)




