Lematang.id, Lahat – Upaya Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat meluncurkan program kali bersih yang bertujuan mengurangi beban pencemaran air permukaan, dengan lakukan pembersihan aliran SPAL, nampaknya belum dapatkan respon baik dari pihak kelurahan yang ada di Kecamatan Lahat.
Seperti diketahui, meluncurnya program kali bersih ini, otomatis ikut meringankan beban pemerintah kelurahan dalam upaya menciptakan lingkungan bersih, khususnya di sepanjang aliran SPAL. Namun dalam pelaksanaan program tersebut, pihak kelurahan sendiri terpantau mala tidak mau terlalu terlibat banyak, mala meminta SPAL di titik lain juga dilakukan pembersihan oleh pihak DLH Lahat. Bahkan terpantau, SPAL yang sebelumnya sudah dilakukan pembersihan, kini mulai terisi lagi oleh sampah domestik masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lahat, M A Dodi Nasoha, melalui Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rosivel T Herwin mengatakan, untuk tahap awal program kali bersih ini menyasar SPAL alias air apul dengan jalur Kelurahan Talang Jawa Utara yang bermuara ke Sungai Lematang di Desa Manggul, Kecamatan Lahat, sepanjang 6,6 KM. Dari jalur yang sudah pihaknya telusuri, ada beberapa titik yang tidak bisa pihaknya lalui, karena kesulitan akses yang harus melintasi area perumahan warga.
“Kita kejar dahulu jalur ini, setelahnya baru jalur air apul yang berada di Kelurahan Talang Jawa Selatan. Dengan jumlah petugas yang kita miliki, tentu akan memakan waktu. Tapi jika pihak kelurahan ikut terlibat, kerja untuk menciptakan Kota Lahat bersih dan bebas banjir, pasti akan cepat selesai,” kata Herwin, Selasa (11/11/2025).
Herwin menyebut, upaya untuk menciptakan lingkungan bersih, ada di pihak kelurahan masing-masing. Namun langkah ini terpaksa pihaknya ambil, karena melihat beban pecemaran air permukaan seakan sudah tak ada keinginan untuk diatasi. Karena itu, pihaknya berharap rekan-rekan di kelurahan juga ikut berpartisi pasi dalam program kali bersih ini.
“Setidaknya, pihak kelurahan bisa mengajak RT dan warga, roadsow atau rutin gotong royong lakukan pembersihan SPAL. Karena dari yang kita temui, terkadang air SPAL itu tersumbat gara-gara ada batang pohon, sampah domestik yang menumpuk, bahkan sampai bangkai hewan seperti biawak,” ucapnya.
Selain itu, Herwin meminta, pihak kelurahan terus mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah sembarang, terutama di aliran SPAL. Karena tumpukan sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat tersebut, nantinya ketika hujan deras turun, bisa jadi penyebab air yang berada di SPAL jadi meluap, hingga sebabkan banjir di perumahan warga.
“Kita berharap, warga bisa menyadari pentingnya menjaga kebersihan, khususnya di aliran SPAL ini,” ujar Herwin.
Sementara, Camat Lahat, Isna Abidarda mengakui, langkah yang dilakukan pihak DLH tersebut sudah disinkronkan dengan pihak kelurahan. Seperti setiap kali pihak DLH lakukan pembersihan, pihak kelurahan beserta RW/RT juga ikut dalam kegiatan tersebut. Isna menyadari, peran serta RT sangat berpengaruh untuk mewujudkan harapan tersebut. Mengingat, terkadang masyarakat ada yang sulit untuk dibina dan didisiplinkan dalam menjaga kebersihan. Sedangkan pihak kecamatan dan kelurahan sendiri, tidak bisa setiap waktu memantau masyarakat.
“Tanpa peran serta masyarakat yang disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan, tentu harapan tersebut tidak akan tercapai. Karena itu, peran RT dalam membina masyarakat jadi yang utama. Kalau untuk gotong royong, hal itu masih rutin dilakukan,” jelas Isna Abidarda. (cocom)




