Home BERITA Ziarah, Haryanto Kenang Gigihya Perjuangan H.Anawi dan Hj. Cik Awa

Ziarah, Haryanto Kenang Gigihya Perjuangan H.Anawi dan Hj. Cik Awa

Lematang, id Lahat-Ditengah kesibukannya yang saat ini sebagai calon Wakil Bupati Lahat, H Haryanto, SE MM tidak lupo berziarah ke makam kedua orang tuanya H. Anawi bin Riajip dan Sang Ibunda Hj. Cik Awa Binti Remuding di Pemakaman Desa Jadian Baru, Kecamatan Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat. Bersama adik lelaki dan keluarga, Haryanto mendoakan kedua orang tuanya.

Pantauan media ini, Haryanto tampak begitu khidmat saat membaca surat Yasin dan doa bersama keluarga. Wajah harunya juga begitu tampak, saat lelaki yang Lahir di Desa Jadian, Mulak Sebingkai ini menyiram makam kedua orang tuanya tersebut.

“Berkat perjuangan dan doa kedua orang tua, saya bisa sampai ke titik seperti sekarang, ” Sampainya.

Haryanto kemudian mengenang bagaiamana semangat kedua orang tuanya mendidik dan membesarkan ke 10 saudaranya. Baginya, banyak sekali motivasi hidup yang ia dapat dari kedua orang tuanya tersebut. “Nasehat nasehat kedua orang tua selalu membekas. Orang tua sekaligus guru bagi keluarga besar kami, ” Tuturnya.

Sementara itu, H Haryanto yang saat ini mendampingi Calon Bupati Lahat, Lidyawati sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Lahat, periode 2018-2023 bersama Bupati Lahat, H Cik Ujang, SH. Haryanto lahir di Desa Jadian, Kecamatan Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat. Memulai karir sebagai Pegawai Negeri Sipil di tahun 1980, ia awalnya tidak pernah terbayang bisa menjadi Wakil Bupati Lahat. dibenak Haryanto kala itu, hanya ingin membahagiakan kedua orang tuanya yang ingin sekali melihat anaknya menjadi PNS.

Perjuangan H Haryanto tidaklah semudah membalikkan telapak tangan semasa kecil, Haryanto sudah memahami betul kondisi ekonomi keluarga. Apalagi, desa kelahirannya tersebut kala itu masih sangat pelosok. Belum ada lampu penerangan dan jalan pun masih tanah yang saat hujan tiba becek dan berlumpur.

Kondisi tersebut tidak membuat lelaki yang mempunyai moto hidup ‘Maju Terus Pantang Mundur’ ini patah arang untuk menempuh pendidikan. Termasuk, perjalanan cukup jauh untuk dari rumah hingga Sekolah dasar (SD) Muhammadiyah, tempat awal Haryanto memulai pendidikan. Tak hanya lokasi sekolah yang jauh, perjuangan Haryanto menempuhnya tanpa sepatu.

“Dahulu desa jadian itu masih sangat pelosok. Belum ada lampu. Jalan masih tanah dan masih hutan. Karena faktor ekonomi saya sekolah tanpa sepatu. Jadi setiap hari berjalan dengan cakar ayam. Saat hujan kadang sampai kesekolah itu sudah basa kuyup dan kaki dipenuhi tanah, ” Kenang Haryanto, saat dibincangi, media ini Rabu (28/8/2024).

Dituturkan Haryanto, kalah itu tidak banyak warga atau teman teman seumuranya bersekolah. Kebanyak memilih berkebun dan membantu orang tua. Namun dikatakan lelaki kelahiran 24 September 1959, harapan orang tuanya yang ingin sekali anaknya PNS menjadi semangat bagi dirinya untuk terus bersekolah. Selepas menempatkan Sekolah dasar (SD) Muhammadiyah 1965-1971, orang tuanya kemudian membawa Haryanto ke Kota Lahat, dan melanjutkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 1972-1974 kemudian SMEA Negeri Lahat 1975-1977.

Bagi warga di Kabupaten Lahat, termasuk Haryanto sekolah di Kota Lahat merupakan tantangan tersendiri terlebih kala itu Kota Lahat dikenal sebagai Kota Pelajar. Bagi anak dari desa, sekolah di Kota Lahat kebanggaan tersendiri termasuk para orang tua. Enam tahun mengenyam pendidikan di SMP dan SMA di Kota Lahat, perjuangan bertahan hidup dan sekolah begitu dirasa H Haryanto. Maklum saja, antara desa Jadian dengan Kota Lahat cukup jauh. Tidak ada alat komunikasi seperti saat ini yang bisa sewaktu waktu menghubungi orang tua.

Saat sekolah saya kos di Kota Lahat. Masak dan nyuci sendiri. Tak jarang saya kehabisan bekal karena kiriman orang tua tak kunjung sampai. Ia untuk menutupi kebutuhan kadang markir, serabutan. Saat itu kalau anak orang keturunan maen basket saya kerap diajak untuk ambil bola dan menemani setelah saya dikasih untuk yang, ” Sampai Haryanto.

Getirnya hidup sudah dirasa saat itu. Namun baginya, semua akan terlewati jika dijalani dengan kesungguhan dan keiklasan. “Tamat SMA saya kemudian pulang ke desa dan kalau itu jadi ketua karang taruna. Dalam sebuah kesempatan desa kami ada kegiatan dan dihadiri Bupati kala itu. Saya kemudian diminta sambutan mewakili karang taruna. Orang tua hadir saat acara itu. Bupati yang hadir kemudian nanya. Saya anak siapa? Trus saya ditawari untuk bekerja di Pemka Lahat. Dari situ juga saya memulai karir sebagai PNS, “ungkapnya.

Diceritakan lelaki sedikit bicara banyak kerja ini, sejak awal karir baik di Pemkab Lahat, dan Pemkot Pagar Alam ia menghabiskan karirnya dibidang keuangan daerah hingga menjabat sebagai Kepala BPKAD Kabupaten Lahat. Kinerja Haryanto dibagian keuangan sendiri tidak bisa diragukan lagi. Dimata ASN atau pejabat baik Pemkot Pagar Alam maupun di Pemkab Lahat, Haryanto banyak dijuluki masternya pengelolaa keuangan. Bahkan, ditangan suami dari Hj Sumiati ini juga Kabupaten Lahat, setelah 40 tahun bisa meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebuah penghargaan bergengsi dai pemerintah pusat terhadap daerah dengan pengelolaan keuangan terbaik.

Dua tahun menjabat sebagai kepala BPKAD, menjadi panutan bagi kalangan ASN, Haryanto kemudian ditunjuk menjadi Sekda Lahat di Tahun 2017. Ditahun 2018, Kabupaten Lahat menggelar Pemilihan Kepala Daerah. Nama Harnyanto kalah itu cukup canter dan diperhitungkan. Banyak yang ingin meminangnya sebagai wakil Bupati hingga akhirnya ia menerima pinangan Bupati Lahat H Cik Ujang. Cik Ujang dan Haryanto kemudian terpilih. Selama menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lahat, banyak sekali program yang diluncurkan pasangan yang mengusung jargon bercahaya (Bersama Cik Ujang Haryanto). Sekolah gratis, pendidikan gratis, jalan jalan desa, bantuan bagi petani termasuk jalan usaha tani.

Lima tahun mengabdi sebagai wakil Bupati Lahat, Haryanto bersama Cik Ujang, mengakhiri masa tugasnya di tahun 2023. Piawai dalam bekerja dan loyal terhadap pimpinan, membuat H Haryanto kembali diminta Cik Ujang, yang saat ini akan maju sebagai Calon Wakil Gubernur Sumsel mendampingi H Herman Seru sebagai Gubernur. Namun, Cik Ujang dan Haryanto yang sudah seperti saudara dan keluarga tidak lagi ditawari calon wakil Bupati Lahat namun sebagai calon Bupati. Hanya saja, Haryanto yang dikenal sederhana dan tidak harus jabatan menolak tawaran tersebut.

“Ia sempat bapak Cik Ujang meminta sebagai calon Bupati dan dia siap dukung. Wakilnya tegal orang dekat Cik Ujang. Namun tawaran itu saya tolak. Dan saya meminta kepada Cik Ujang, agar Ibu Lidyawati saja sebagai calon Bupati. Tapi disyaratkan Cik Ujang, saya harus mendampingi,” Ungkapnya.

Menurut Haryanto, banyak yang bilang jika ia sudah menyia nyiakan kesempata. Namun baginya, umurnya yang sudah mulai senja pangkat dan jabatan bukan sesuatu yang dikejar. Namun pengabdian. Jika kembali terpilih sebagai wakil Bupati Lahat ia hanya ingin membimbing kader kader muda dalam hal menjalanka pemerintahan.

“Dihati saya. saya masih punya kewajiban. Sebagian besar hidup, saya habiskan sebagai seorang PNS makanya panggila untuk mengabdi bagi masyarakat di Kabupaten Lahat tetap ada, ” Tutupnya.

Untuk diketahui, saat ini Haryanto sendiri kembali mencalonkan diri sebagai wakil Bupati Lahat mendampingi Calon Bupati Lahat. Pasangan Lidyawati-Haryanto sendiri mendaftar ke KPUD, Rabu (28/8/2024). Lidyawati-Haryanto sendiri didukung Partai Demokrat, PAN, Nasdem, PBB, PKS dan PSI. Ziz

Previous articlePj Bupati Lahat Musrenbang Untuk Lahat 20 Tahun Mendatang
Next articlePeringati Maulid Nabi, ini Pesan Haryanto untuk Jamaah Masjid Al Mubaroq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here