Home KRIMINAL Tersinggung Dilihat, Dedi Aniaya Pelajar Hingga Pingsan

Tersinggung Dilihat, Dedi Aniaya Pelajar Hingga Pingsan

Lematang.id, Lahat – Dedi Irawansyah alias Dedong (30). Warga Jalan Sosial, Kelurahan Gunung Gajah, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Kamis (7/3/2024) sekitar pukul 13.30 WIB lalu, ditangkap unit reskrim Polsek Kota Lahat. Lantaran dilaporkan sudah lakukan penganiayaan terhadap AB (14) Warga Desa Banu Ayu, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat. 

Ulah kejam Dedi ini rupanya gara-gara hal sepele. Jumat (23/2/2024) lalu, korban yang merupakan siswa SMP Negeri 6 Lahat ini sedang nongkrong di pangkalan ojek di Kawasan Sri nanti, Kelurahan RD PJKA Lahat. Tak jauh dari lokasi, pelaku sedang makan. Menurut keterangan pelaku, korban tampak sedang melototi dirinya. 

Pelaku tiba-tiba merasa tersinggung dengan korban. Pelaku kemudian menendang korban di bagian kepala sebanyak dua kali, hingga menyebabkan  korban seketika tak sadarkan diri. Hingga buat korban alami luka pada bagian kepala, dana lebam dibagikan mata sebelah kiri. 

Melihat kondisi korban, pelaku kemudian panik dan membawa korban ke RSUD Lahat. Tak hanya menganiaya korban, pelaku juga mengancam teman korban yang saat kejadian berada di lokasi, agar tidak mengungkap kejadian tersebut. Sementara, untuk menutupi kejahatannya, saat membawa korban ke rumah sakit, pelaku mengarang cerita seolah olah korban merupakan korban kecelakaan. 

“Saat dapat laporan, pelaku langsung kita buru. Pelaku diamankan tanpa perlawan sedang bersembunyi di Gang Cempaka Kelurahan, Talang Jawa Utara, Kota Lahat,” terang Kapolres Lahat, AKBP, God Parlasro S Sinaga SH SIK MH, melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat, Aiptu Lispono SH, Minggu (10/3/2024).

Terpisah, Kepala SMPN 6 Lahat, Rahmi Parianti SPd mengaku terkejut akan informasi bahwa salah satu siswanya alami penganiayaan. Sebab, saat hari kejadian Jumat (23/2/2024) lalu, pihaknya mendapatkan informasi bahwa AG merupakan korban kecelakaan lalu lintas. 

Rahmi menceritakan, awalnya pihak sekolah mendapat laporan langsung dari seorang laki-laki tidak dikenal hari Jum’at (23/2/2024) lalu, sekitar pukul 13.00 WIB. Sedangkan, jadwal pulang sekolah SMP Negeri 6 Lahat pada Jum’at yakni pukul 11.30 WIB. Informasi diterima, bahwa ada siswa SMP Negeri 6 Lahat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas, ditemukan tergeletak di pinggir jalan Kecamatan Pagar Agung, dan sudah di bawa ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah Lahat.

Untuk memastikan laporan tersebut, pihak sekolah saat itu bergegas menuju ke RSUD Lahat, dan mendapati kebenaran laporan tersebut. Saat itu siswanya tengah mendapatkan perawatan dan dalam kondisi tidak sadarkan diri, serta masih menggunakan seragam khas sekolah batik hijau.

Kemudian, Selasa 27 Februari 2024 pihak sekolah kembali mau menjenguk korban ke RSUD Lahat, namun ternyata sudah dibawa pulang pihak keluarga.

“Kami juga terkejut, setelah beberapa hari kejadian tersebut dan menurut pemberitaan di media sosial yang mengatakan jika AG bukan korban kecelakaan lalu lintas, tapi korban penganiayaan oleh seorang pria dewasa,” ujar Rahmi. 

Dikatakan Rahmi, orang tua korban sempat datang ke sekolah menyampaikan kronologi kejadian. Orang tua AG mengatakan, bahwa setelah pulang sekolah korban minta izin kepada pihak pondok, untuk pulang ke kampung. Setelah itu korban menunggu kendaraan di dekat sebuah rumah kontrakan, yang pada saat itu bertemu dengan pelaku penganiayaan.

Pada pertemuan itu, terjadi penyebab yang menjadi pemicu perbuatan penganiayaan, pelaku berkata kepada korban bahwa dia luat (bahasa daerah Lahat, artinya tidak suka) kepada korban. Seketika korban menanggapinya dengan senyuman. Karna merasa tidak terima dengan senyuman korban yang mungkin dianggap ejekan, maka pelaku mulai melakukan tindakan tidak terpuji tersebut yang diduga dilakukan di rumah kontrakan pelaku.

Setelah melakukan penganiayaan pelaku menyeretnya ke pinggir jalan untuk membuat alibi bahwa korban adalah korban kecelakaan lalu lintas. Setelah mendapat penjelasan dari saksi tentang kejadian yang sebenarnya maka pihak keluarga melaporkan ke pihak kepolisian. 

“Sementara itu korban dan saksi (teman korban) dibawa orang tua ke Kikim, untuk melindungi mereka dari ancaman pelaku, sampai ada kejelasan kasus ini. Setelah pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku penganiayaan ini, baru kami tahu bahwa pelaku dan pelapor kejadian adalah orang yang sama,” jelasnya.

Rahmi menambahkan, karena AG merupakan siswa jenjang kelas atas (IX), yang akan menghadapi ujian sekolah. Dengan kejadian ini, pihak sekolah akan membantu memberi keringanan kepada AG saat pelaksanaan ujian. Mengingat kondisi AG yang dalam keadaan belum sehat. “AG dapat melakukan ujiannya secara daring saja,” sampai Rahmi. (heru)

Previous articleLahat 10 Tahun Pertahankan Piala Adipura
Next articleIWAPI dan Dinas Ketahanan Pangan Lahat Salurkan 10 Ton Beras Murah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here