Lematang id, Lahat – Setiap tanggal 27 Oktober, PLN merayakan Hari Listrik Nasional. Namun, untuk di Kabupaten Lahat sendiri, meskipun menjadi wilayah lumbung energi listrik, yang mampu mengaliri listrik di Pulau Sumatera, masyarakat Kabupaten Lahat masih sering alami pemadaman listrik. Pemadaman bahkan berlangsung sering dan lama, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Hal ini tentu menjadi sebuah ironi, disaat PLN merayakan hari jadi, tapi masyarakat mengeluh, masih merasakan pemadaman listrik. Keluhan ini tentunya menunjukkan, ketidakselarasan antara perayaan PLN, dengan realitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.
“Kemarin, Minggu (28/10/2025), listrik di Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Lahat hidup-mati terus. Bisa sampai 10 kali dari pagi sampai sore. Kondisi ini sering terjadi. Siapa saja kalau alami kondisi itu, terutama orang PLN sendiri, pasti kesal juga,” kata Seno, warga Kelurahan Bandar Jaya, Kota Lahat, Senin (27/10/2025).
Kondisi serupa juga dialami Olive (33), warga SP 6. Bahkan akibat pemadam listrik yang terlalu sering, ia terpaksa alami kerugian. Olive mengaku, sebagai pengusaha ternak ayam boiler, listrik punya peran sangat penting, untuk kebutuhan blower di kandang ternaknya. Hanya saja, dalam 1 pekan, listrik bisa sampai empat kali padam di hari yang berbeda-beda. Kondisi tersebut dialaminya, sudah hampir selama satu tahun terakhir.
“Tanpa blower, ayam di kandang kita bisa mati semua. Padam sebentar saja sudah ada berapa ekor yang bisa mati, apalagi kalau listrik padam seharian,” ujar Olive.
Untuk mensiasati ketika listrik padam, Olive mengaku, ia terpaksa menggunakan mesin genset. Namun dengan kondisi BBM (solar) yang sulit didapat, untuk satu dirigen 20 liter solar, ia hanya bisa menggunakan genset sekitar lima jam saja. Jika listrik masih padam, kondisi tersebut jadi ancaman terbesar bagi usahanya.
“Setiap kali listrik padam, kita selalu buat pengaduan, baik pengaduan di kantor Lahat atau pengaduan online. Jawabnya, akan dikoordinasikan dahulu, padam karena gangguan jaringan atau pemeliharaan,” jelasnya.
Olive mengaku, jika dalam satu minggu satu kali padam, dirinya masih maklum. Tapi jika dalam satu minggu sudah empat kali padam, artinya PLN tidak bisa berikan pelayanan baik ke masyarakat sebagai pelanggannya. Tidak ada perbaikan kinerja dari PLN, atas keluhan yang sering dilaporkan masyarakat.
“Sudah hampir satu tahun tidak ada perubahan. Kondisi ini akan kita laporkan ke Komisi II DPRD Lahat. Kalau katanya selalu pemeliharaan, artinya PLN tidak ada kemajuan hanya berputar melakukan tindakan itu-itu saja, biar terlihat selalu ada kerja,” tegas Olive.
Sementara, Manager PLN ULP Lembayung Lahat, Rizki Tungguan mengakui, hari minggu lalu tengah ada pemeliharaan jaringan, terkait pekerjaan ROW jaringan pemasangan dan perbaikan alat. Selain itu, ada juga kendala padam disebabkan gangguan hewan dan ada pohon tumbang, terkait cuaca maupun alasan lain seperti pohon di tebang warga.
“Kalau di Bandar Jaya kemarin, sedang ada pemeliharaan jaringan. Sedangkan untuk kondisi di SP 6, pihaknya terkendala masih belum dapatkan izin tumbang, jadi hanya bisa dipangkas. Seperti pemangkasan pohon hari ini di SP 6, yang sedang dilakukan,” ujar Rizki Tungguan.
Saat disinggung, apakah kondisi tersebut sudah tak bisa diatasi oleh pihak PLN, karena selalu terjadi berulang-ulang, Rizki Tungguan menjawab, untuk diketahui kabel jaringan PLN masi sebagian besar kabel tanpa pembungkus. Sehingga sentuhan sedikit saja bisa mengakibatkan trip. Jadi, upaya yang bisa dilakukan, hanya dengan pelaksanaan pemangkasan pohon.
“Sebelumnya kami juga sudah komunikasi ke kades untuk penerbangan, tapi nampaknya masih ada yang tidak setuju. Kalau untuk ganti kabel bungkus, kami ajukan dahulu, mungkin yang urgent urgent, kami dahulukan. Semoga bisa terealisasi di tahun depan, karna jumlahnya lumayan banyak,” sampai Rizki Tungguan. (cocom)




