Home BERITA Jalan Hauling Batubara Merapi Area Masih Terganjal Dua Masalah Lagi

Jalan Hauling Batubara Merapi Area Masih Terganjal Dua Masalah Lagi

Oplus_131072

Lematang.id, Lahat – Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih SH MH mengatakan, berkaitan dengan kondisi akses jalan hauling batubara, yang berada di Merapi Area yang kini 100 persen telah diganti rugi pihak investor terhadap warga pemilik tanah.

“Tinggal 2 persoalan lagi yakni, sepanjang 1,4 KM dengan PT Musi Hutan Persada (MHP) dan 155 meter dengan PT BSP, yang aksesnya masuk didalam wilayah hak guna usaha (HGU) perusahaan,” kata dirinya, Sabtu 12 April 2025.

Hal ini, sambung dia, pihak eksekutif meminta dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat, supaya dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut sehingga akses yang dinanti-nantikan tersebut beroperasi.

“Jalan hauling batubara ini sangat penting, tidak hanya untuk mendukung sektor pertambangan yang menjadi andalan di Merapi Area, tetapi juga untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar arus transportasi di wilayah tersebut,” imbau dirinya.

Ia menekankan, bahwasanya sinergitas antara eksekutif dan legislatif sangat dibutuhkan, demi mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat.

“Jalan hauling batubara yang diusulkan tersebut dinilai menjadi salah satu prioritas yang harus segera diwujudkan. Sehingga mayoritas penduduk disana kedepannya dapat terbebaskan dari debu, kemacetan dan dampak sosial lainnya,” sebut Widia Ningsih.

Dirinya berharap, melalui pertemuan ini menjadi momen penting untuk menyatukan visi, antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat dan DPRD dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Dukungan legislatif diharapkan menjadi kunci sukses terealisasinya proyek strategis ini dalam waktu dekat,” pungkas dirinya.

Terpisah, Ketua DPRD Lahat, Fitrizal Homizi ST Msi MM melalui Ketua Komisi ll, Tommy Pandrika SH mengemukakan, pada prinsipnya mereka mendukung penuh adanya akses jalan hauling batubara, paling tidak untuk meredam gejolak sosial ditengah-tengah masyarakat.

“Sudah puluhan tahun penduduk yang tinggal di Merapi Area harus berjibaku dengan udara segar, lingkungan bersih dan jauh dari kata kemacetan parah,” jelas dia

Politisi PKB ini menerangkan, nantinya pihaknya akan memanggil instansi terkait untuk duduk satu meja, mencari solusi terbaik sehingga akses jalan tersebut tidak ada lagi kendala di lapangan.

“Seperti disebutkan Wabup Lahat, masih ada 2 persoalan lagi harus kita tuntaskan, sehingga nantinya Tinggal melakukan land clearing,” urainya.(cocom)

Previous articleSerahkan LKPJ Akhir 2024, Widia Ningsih: Ingin Jadi Mutiara di Provinsi Sumsel
Next articlePemkab Lahat Targetkan Hasilkan 8 Juta Ikan Air Tawar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here