Lematang.id, Lahat – Bupati Lahat, Bursa Zarnubi akhirnya angkat bicara terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi kegiatan fiktif pembuatan peta desa tahun anggaran tahun 2023 di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Lahat. Dimana melibatkan mantan Kepala BPMDes, Darul Efendi dan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat.
Meski perkara atau perbuatan yang dilakukan Darul Efendi bukan dimasa kepemimpinannya, Bursah tetap menyayangkan hal tersebut. Namun menurutnya, ada banyak hikmah yang dapat dipetik dari kejadian tersebut. Terutama jadi pelajaran keras bagi ASN lain, juga termasuk dirinya.
“Ya jika kita amanah, menjalankan tugas dengan baik, tidak memperkaya diri dengan cara yang melanggar hukum, hal itu tidak perlu terjadi. Ini jadi pelajaran sekaligus saya mengingatkan bagi pejabat dan seluruh ASN jangan korupsi, jangan menyalahgunakan jabatan dan sekarang bisa kita lihat akibatnya dari kasus ini, menyengsarakan diri sendiri di hari tua dan berimbas bagi yang lain,” tegasnya, Rabu (16/4/2025).
Meskipun begitu, Bursah mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Lahat. Dirinya sendiri akan terus memberikan dorongan dan dukungan penuh bagi aparat penegak hukum (APH), agar terus melakukan pengawasan dan lakukan penindakan, jika terjadi penyimpangan, penyalahgunaan jabatan dan korupsi. Termaksud masyarakat, untuk pro aktif mengawasi dan melaporkan, jika terjadi hal hal yang melawan hukum di lingkungan Pemkab Lahat.
“Juga kepada awak media. Silakan jika ada penyimpangan untuk diberitakan dan selalu kritis. Saya ingatkan lagi bagi ASN, untuk bersungguh sungguh dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara,” sampainya.
Sebelumnya pihak Kejari Lahat menegaskan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kegiatan fiktif pembuatan peta desa tahun anggaran tahun 2023 di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) selain Darul Efendi, mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) dan Angga Muharam selaku Direktur CV Citra Data Indonesia.
“Sejauh ini baru dua orang yang kita tetapkan. Namun tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru. Ini baru ikan-ikan kecil untuk memancing ikan-ikan lainnya,” terang Kajari Lahat, Toto Roedianto SH MH, Selasa (15/4/2025).
Diungkapkan Toto, sebelum penetapan kedua tersangka ada dua orang lain yang turut diperiksa, Pada Senin (14/4/2025). Keduanya merupakan pegawai yang berada di DPMDes Pemkab Lahat. Namun untuk saat ini baru DE dan AM yang naik statusnya menjadi tersangka.
“Setelah tim penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan ke lebih dari 300 orang saksi, yang dimulai sejak 9 Desember 2024 lalu. Ditambah telah lakukan penggeledahan untuk menemukan bukti-bukti terkait,” katanya.
Sebelumnya, pihak kejaksaan mengungkapkan ada Rp 1.266.230.900, bisa diselamatkan dan Rp 50 juta diantaranya merupakan uang gratifikasi dari tersangka Angga Muharam ke tersangka Darul Efendi. Dimana pada tahun 2023 lalu, DPMDes Lahat dari 244 desa, masing-masing desa diharuskan menyetorkan uang sebesar Rp 35.200.00 untuk pembuatan peta desa.
Untuk pelaksanannya, sepenuhnya. dilakukan oleh CV Citra Data Indonesia. Hingga akhir tahun 2023, pekerjaan pembuatan peta desa di 244 desa tidak selesai seperti SPK antara pihak desa dgn CV Citra Data Indonesia, bahkan sampai hari ini banyak yang belum selesai.
“Jadi CV sudah dipersiapkan karena baru dibuat tahun 2022. Untuk total kerugian negara masih dalam penetapan oleh BPKP Sumsel. Kedua tersangka sudah dilakukan penahan selama 20 hari kedepan,” kata Toto, saat pres rilis di Kantor Kejari Lahat, Senin (14/4/2025) sekitar pukul 21.20 WIB.
Toto menambahkan, selain pekerjaan peta desa itu tidak sesuai prosedur dan adanya mark up, saat pemeriksaan saksi-saksi, ditemukan fakta tersangka Angga Muharam memberikan uang sebesar Rp 50 juta, dengan maksud agar kegiatan peta desa tersebut terlaksana oleh CV miliknya.
“Uang gratifikasi Rp 50 juta itu hanya untuk tersangka Darul Efendi. Jika dilihat dari akte pendirian CV tertera tahun 2022, diduga kegiatan ini sudah dipersiapkan,” ujar Toto. (cocom)




