Lematang.id, Lahat – Ambisi Bupati Lahat, Bursah Zarnubi yang ingin mewujudkan industri pedesaan, rupanya ikut jadi bahasan Wakil Ketua DPRD RI Professor Sufmi Dasco Ahmad, akademikus Rocky Gerung, Pemimpin Sejuta Buruh, Jumhur Hidayat dan Tokoh Koperasi Ferry Juliantono, ketika di kawasan Senayan Park Jakarta, Senin (7/4) siang lalu.
Saat itu, keempat tokoh itu mendukung rencana Bursah Zarnubi yang akan membangun pabrik alat-alat pertanian skala kabupaten. Mendefinisikan Lahat sebagai bagian contoh industrialisasi pedesaan. Jika berhasil, nantinya dapat dikembangkan ke kabupaten lainnya se Indonesia.
Bursah Zarnubi ketika dibincangi terkait ambisinya jadi pembahasan tokoh besar di RI tersebut mengakui, bahwa ia juga baru mengetahuinya. Sambil sedikit bercanda, Bursah mengucap Alhamdulillah, Kabupaten Lahat saat ini sudah jadi bahasan di tingkat nasional.
“Saya juga baru baca itu hari ini. Sebelumnya saya emang pernah sampaikan, untuk menyelesaikan ketimpangan di suatu wilayah adalah menyelesaikan persoalan di desa. Dengan sentuhan moderenisasi perdesaan, lapangan pekerjaan akan terbuka, hasil pertanian akan meningkat,” kata Bursah Zarnubi, Rabu (16/4/2025).
Bursah menjelaskan, untuk menunjukkan program Presiden RI, Prabowo Subianto akan swasembada pangan, sektor pertanian jadi salah satu kuncinya. Agar hasil yang didapat sesuai rencana, dibutuhkan moderenisasi pertanian. Meliputi alat-alat pertanian yang canggih, mulai dari alat bajak, menanam, panen hingga angkutan. Semua alat tersebut, ternyata bisa diproduksi di dalam negeri.
“Saya koordinasi dengan guru besar di Institut Teknologi Bandung (ITB), ternyata ada yanh bisa membuat alat pertanian canggih, yang cocok dengan pertanian kita. Emang bukan teknologi tinggi, tapi yang sederhana dan mudah, namun sudah membantu sektor pertanian,” jelasnya.
Karena itu, Bupati Lahat ke 18 ini berencana, akan menggandeng pihak ITB untuk membuat pabrik alat pertanian di Kabupaten Lahat, melalui BUMD Prusda Lahat. Menurutnya, dengan moderenisasi pertanian, hasil pertanian di Lahat nantinya akan berlimpah.
“Bukan hanya alat pertanian saja, bibit varietas unggul juga dibutuhkan, agar hasil produksinya nanti berlimpah. Jadi nanti tidak perlu lagi tergantung dari luar, Lahat akan mandiri dari segala macam hal,” ucapnya.
Terkahir, Bursah menuturkan, yang mensinkronkan Indonesia adalah desa. Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto ke 6 tentang membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, juga sangat cocok dengan tagline kita (Bursah-Widia), Menata Kota Membangun Desa.
“Selama ini, desa hanya kurang mendapatkan sentuhan saja. Ini langkah besar kedepan, kemungkinan jika anggaran dan teknologi sudah siap, tahun depan kita mulai pembangunan pabrik alat pertanian itu. Saya optimis, dengan moderenisasi pertanian, Lahat akan mempunyai ikut menyuplai komoditi pertanian ke daerah luar,” tuturnya. (cocom)




