Lematang.id, Lahat – Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih SH MH, melontarkan pernyataan keras soal wajah birokrasi di Kabupaten Lahat. Ia bahkan memberi sinyal kuat akan adanya perombakan besar, terhadap sistem kerja yang dinilai lamban.
Namun Widia memastikan, dimasa kepemimpinannya bersama Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, tidak akan ada lagi praktik jual beli jabatan yang selama ini kerap menjadi sorotan.
“Di masa kami (Bursah Zarnubi-Widia Ningsih), tidak ada lagi praktik jual beli jabatan. Titik!” tegas Widia lantang, Kamis (26/3/2026).
Tak hanya itu, Widia secara blak-blakan menyebut, birokrasi Lahat masih terjebak pola lama yang lambat dan tidak responsif. Ia menilai, kebiasaan tersebut sudah mengakar sejak era sebelum-sebelumnya dan kini menjadi penghambat pelayanan publik. Selain itu, ia juga menyoroti mental sebagian aparatur, yang dinilai hanya bergerak ketika ada kepentingan anggaran.
“Birokrasi kita ini masih terbiasa lambat. Pola kerja seperti itu harus segera ditinggalkan. Kalau terus seperti ini, masyarakat yang dirugikan. Jangan cuma semangat kalau ada uangnya saja! Itu penyakit lama yang harus kita bersihkan,” tegasnya lagi.
Widia juga mewajibkan, seluruh OPD untuk tidak asal menjalankan program tanpa evaluasi. Menurutnya, program tanpa monitoring dan evaluasi hanyalah formalitas tanpa hasil.
“Program tanpa monev itu nol besar. Kita butuh hasil, bukan sekadar laporan,” katanya.
Saat ini, Widia menyebut, ia bersama Bupati Lahat, masih melakukan penyisiran internal untuk menempatkan aparatur sesuai kompetensi. Widia memastikan, langkah ini menjadi kunci sebelum dilakukan perombakan lebih jauh. Meski belum melakukan pergantian besar-besaran di tubuh eselon II, Widia memberi sinyal kuat bahwa rotasi pegawai tinggal menunggu waktu saja.
“Kenapa belum diganti? Kita masih wait and see. Kami sedang menyusun. Orang harus ditempatkan sesuai kemampuannya, bukan karena kedekatan,” ujarnya. (seno)




