Home OLAHRAGA Soal Kericuhan Pemain Palembang versus Wasit, Faisal : Sudah Diberi Sanksi

Soal Kericuhan Pemain Palembang versus Wasit, Faisal : Sudah Diberi Sanksi

Panitia Disiplin PSSI Sumsel, dibincangi terkait sidang disiplin kericuhan sepak bola di Porprov Lahat.
Panitia Disiplin PSSI Sumsel, dibincangi terkait sidang disiplin kericuhan sepak bola di Porprov Lahat.

Lematang.id, Lahat – Kericuhan pertandingan sepak bola antara kesebelasan Palembang melawan OKU Selatan di Gelora Serame Lahat dalam ajang Porprov XIV Sumsel 2023, Selasa (19/9/2023) lalu, berujung damai. Wasit yang jadi korban pemukulan pemain Tim Kota Palembang, menyatakan tidak akan membawa perkara itu ke ranah hukum.

Meski begitu, Panitia Disiplin PSSI Sumsel, tetap menjatuhi sanksi terhadap pemain Tim Kota Palembang, Official dan wasit yang terlibat di kericuhan itu. Sanksi bisa berupa larangan bermain larangan hadir mendampingi team dan peringatan keras.

Ketua Panitia Disiplin PSSI Sumsel, Faisal Mursyid SH menerangkan, terkait persoalan ini pihaknya sudah menggelar sidang disiplin, hasilnya sudah ada beberapa hukuman yang diputuskan, pada beberapa orang yang terlibat dalam kericuhan itu.

“Sidangnya sudah dilakukan. Tapi, sesuai kode etik, hasilnya tidak bisa dibeberkan, untuk internal saja,” terang Faisal, Rabu (20/9/2023).

Hasil penelusuran media ini, ntuk kronologis pertandingan, pada menit ke 16, salah satu official dari Oku Selatan, diberikan kartu merah langsung oleh wasit, karena mengeluarkan kata dan cacian kepada wasit Budiman, Asal Kabupaten Banyuasin.

Pada menit ke 36, pemain dari tim Oku Selatan bernomor punggul 8, Yhuan Tega Lingga dan pemain dari Palembang nomor punggung, 21, Miftah, diusir wasit keluar lapangan, diberikan kartu merah
langsung, karena terlibat saling adu pukul.

Kemudian, dimenit ke 90+5, wasit Budiman meniup pluit panjang, tanda berakhirnya pertandingan babak ke dua antara Palembang vs Oku Selatan. Dengan score akhir 1-2 utuk Oku Selatan.

Namun karena merasa tidak puas kepemimpinan wasit, pemain dari Palembang nomor punggung 7, Mariono, menyerang dan memukul wasit. Alhasil keributan dan perkelahian antara pemain dan official kedua tim di lapangan, tidak terelakan.

“Kami panitia disiplin, bekerja berdasarkan laporan pengawas pertandingan dan wasit. Menggunakan kode disiplin PSSI tahun 2023. Khusus wasit, Budiman dan pemain Pelembang, Mariono, sudah mendatangi surat pernyataan perdamaian. Permasalahan pemukulan wasit tidak dilanjutkan ke ranah hukum,” jelasnya. (Seno)

Previous articleTim Palembang Pukul Pemain dan Hajar Wasit di Porprov Lahat
Next articleRaih Emas di Cabor Esport, Lahat Cetak Sejarah di Porprov Sumsel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here